Gumelar Lor, 17 Agustus 2025 – Penampilan memukau dibawakan oleh Grup Tari Sanggar Siswa Nimpuna dari SD Negeri Gumelar Lor dalam ajang pentas seni daerah. Membawakan medley tari Nusantara, para siswa berhasil menyatukan berbagai ragam budaya Indonesia dalam satu pertunjukan yang harmonis dan penuh semangat.
Penampilan tersebut menjadi sorotan karena memadukan unsur tari tradisional dari berbagai daerah dengan koreografi yang dinamis dan kostum yang kaya warna. Pertunjukan tersebut merupakan hasil latihan intensif selama beberapa pekan terakhir.
“Anak-anak berlatih hampir setiap hari setelah pulang sekolah. Kami ingin mereka tampil percaya diri sekaligus mengenalkan budaya bangsa,” ujar pembina tari, Lina Aftrianita, S.Pd.
Dalam proses latihan, siswa-siswi Sanggar Nimpuna dibimbing oleh dua guru berbakat: Lina Aftrianita, S.Pd., dan Tri Dyah Ariyani, S.Pd. Keduanya berkolaborasi membentuk koreografi dan membimbing para siswa hingga tampil maksimal di atas panggung.
“Kami saling melengkapi. Ada yang fokus koreografi, kostum, hingga ekspresi dan kekompakan anak-anak,” jelas Lina Aftrianita.
Pertunjukan tari dibuka dengan gerakan cepat dan musik harmonis khas Sajojo dari Papua, disambung dengan nuansa ceria Sik-sik Sibatumanikam dari Sumatera Utara, hingga elegansi tarian lagu Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah, ampar-ampar pisang dari Kalimantan Selatan, Bubuy Bulan dari Jawa Barat dan gerakan tari Kecak dari Bali. Semua disuguhkan secara berurutan dalam satu tarian gabungan berdurasi 12 menit.
Penampilan tersebut tidak hanya menampilkan keindahan ragam budaya, tetapi juga menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kerja keras dalam proses pembentukan karakter siswa melalui seni. Kepala SD Negeri Gumelar Lor turut memberikan apresiasi penuh.
“Tari ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga proses pembelajaran karakter, kedisiplinan, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” kata Khafid Taftahjani, S.Pd., M.Pd.
Antusiasme penonton pun terasa sejak detik pertama. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap transisi antar gerakan tari yang dilakukan oleh para siswa. Suasana panggung semakin hidup dengan iringan musik daerah yang mengalun dinamis.
Beberapa penonton bahkan terlihat haru menyaksikan anak-anak dengan percaya diri dan semangat membawa budaya leluhur mereka ke atas panggung. Banyak yang mengabadikan momen tersebut melalui video dan foto.
“Saya bangga melihat anak-anak tampil seperti ini. Mereka luar biasa,” ucap salah satu wali murid yang hadir.
Tak hanya menjadi hiburan, penampilan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pembelajaran seni budaya dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sanggar Siswa Nimpuna sendiri rutin mengikuti berbagai kegiatan seni tingkat kecamatan dan kabupaten.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya mengetahui budaya lewat buku, tapi juga merasakannya secara langsung melalui gerakan, musik, dan ekspresi,” tambah Tri Dyah Ariyani.
Dari latihan rutin hingga tampil di lapangan, semua siswa dilalui dengan penuh semangat. Mereka membuktikan bahwa seni tradisi bisa dikemas menarik dan tetap relevan bagi generasi muda.
Akhir pertunjukan ditutup dengan salam khas daerah dan gerakan serempak seluruh penari. Tepuk tangan panjang dari para hadirin menandai keberhasilan penampilan tersebut sebagai salah satu suguhan terbaik dalam kegiatan tersebut.
“Ini bukti bahwa anak-anak kita mampu menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia sejak dini,” tutup Kepala Sekolah.
(3sans)