Gumelar Lor, 17 Agustus 2025 _ Suasana penutupan HUT RI ke-80 di Desa Gumelar Lor Kecamatan Tambak berlangsung meriah dengan penampilan istimewa dari Grup Drumband Gema Gunung Sari SD Negeri Gumelar Lor. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.
Gema ritmis alat musik perkusi berpadu melodi yang harmonis sukses menyita perhatian peserta dan tamu undangan yang hadir di lapangan utama Kecamatan.
“Penampilan anak-anak luar biasa. Ini wujud semangat nasionalisme generasi muda,” ujar salah satu warga yang hadir.
Drumband Gema Gunung Sari mempersembahkan berkat bimbingan intensif dari Kepala Sekolah Khafid Taftahjani, S.Pd., M.Pd., dan guru pembina Yanuar Tri Aditya, S.Pd. Keduanya juga memimpin langsung proses latihan sejak awal Agustus.
Kedisiplinan dan kekompakan menjadi fokus utama dalam setiap sesi latihan.
“Kami tekankan latihan bukan hanya untuk tampil bagus, tapi juga menanamkan nilai tanggung jawab,” tutur Khafid.
Persiapan dilakukan selama kurang lebih dua minggu dengan latihan rutin sepulang sekolah. Antusias peserta tidak surut meskipun harus menghabiskan waktu bermain mereka.
Anak-anak tetap semangat dan justru bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan tingkat kemandirian desa.
“Rasanya senang sekali bisa tampil. Apalagi disaksikan orang tua dan teman-teman,” kata salah satu anggota drumband.
Gema Gunung Sari sendiri merupakan bagian ekstrakurikuler unggulan SD Negeri Gumelar Lor yang rutin tampil dalam momen penting seperti HUT RI dan Peringatan Hari Besar Islam.
“Kami ingin Gema Gunung Sari kembali aktif dan menginspirasi sekolah lain,” jelas Yanuar.
Pihak panitia memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan drumband tersebut, yang dinilai memberikan nuansa semarak dan menghidupkan suasana perayaan.
"Anak-anak ini luar biasa. Mereka pelaku sejarah kecil dalam perayaan besar bangsa," ucapnya.
Kepala Sekolah berharap, dengan tampil di panggung kemerdekaan, para siswa semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus berkembang di bidang seni dan kedisiplinan.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari semangat berprestasi yang lebih luas,” pungkas Khafid Taftahjani.
(3Sans)

Komentar